Husnuzhon
Kita tidak bisa membaca hati manusia, apalagi hanya dari dunia maya. Belum tentu orang yang menuliskan rutinitas amalnya adalah riya'. Bisa jadi ia berniat menyemangati kawannya. Belum tentu orang yang mengabarkan rizqi yang diterimanya adalah berbangga-bangga dengan harta. Bisa jadi, ia ingin mensyiarkan syukur atas karunia-Nya. Isi hati adalah misteri, maka baik sangka lebih terpuji. Mereka yang menuliskan pengalamannya di social media, belum tentu ingin menjadi selebritis dunia maya. Bisa jadi ada inspirasi yang hendak dibagikannya. Mereka yang mengabarkan sedang mengisi kultum entah di mana, belum tentu ingin dipuji amal dakwahnya. Bisa jadi ia ingin memberi harapan pada rekannya, bahwa di sana dakwah masih menyala. Mereka yang menyampaikan secuili ilmu yang diketahuinya, belum tentu ingin diakui banyak kepintarannya. Bisa jadi ia terpanggil untuk menyampaikan sedikit yang ia punya. Mereka yang gemar mengkritisi kekeliruan yang dilihatnya, belum tentu merasa dirinya...